INTERNATIONAL     OLAHRAGA     HUKUM DAN KRIMINAL     POLITIK     PARIWISATA     IKLAN     Rokan Hilir     Kepulauan Bangka Belitung     Kabupaten Bangka     Pendidikan     Bengkalis     Sumatra Barat     Siak     Pekanbaru     Bukittinggi     Agam     DKI Jakarta     Propinsi Kalimantan Barat     Kepulauan Meranti     Dumai     Jambi     Palelawan     Sumatra Selatan     Kampar     Pasaman Barat     Indragiri Hilir     Indragiri Hulu     Kuantan Singingi     Rokan Hulu     Dhamasraya     Kepulauan Mentawai     Lima Puluh Koto     Padang Pariaman     Pasaman Timur     Pesisir Selatan     Sijunjung     Solok     Solok Selatan     Padang     Pariaman     Payakumbuh     Sawah Lunto     Kota Bekasi     ENTERTAIMEN     Kabupaten Tegal     Pemalang     Jakarta Utara     Jakarta Barat     Jakarta Timur     Kota Tegal     Sumatra Utara     Jakarta Selatan     Papua Barat      Propinsi Papua     Sulawesi Selatan      Kabupaten Brebes      DPRD Kabupaten Bengkalis      Propinsi Banten      Pekalongan      Kudus     SRAGEN     Kabupaten Demak     Bojonegoro      Jawa Tengah      Jawa Timur      Padang Panjang      Jawa Barat     Bogor/Depok     Propinsi Aceh     pariwara Padang Panjang      Aksi Cepat Tanggap     NASIONAL      Sarolangun  
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Tuesday, 14 Jul 2020, 07:09
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Bukittinggi

Oknum Pegawai BNI 46 Bukittinggi Diduga Gelapkan Uang Nasabah.

Selasa, 14 Mei 2019
Dilihat : 1769 kali

Bukittinggi : SARPOS

Seorang oknum karyawati BNI Bukittinggi, RM (34) yang bertugas di bagian Kredit/Marketing diduga menggelapkan uang nasabah.

Dua orang nasabah BNI Bukittinggi menjadi korban, Nasabah mengalami kerugian kurang lebih Rp 1 Miliar, Informasi yang diperoleh dari korban Ismiarti Putri (46 ) mengalami kerugian Rp 711 Juta dan Warni Rawita (52) mengalami kerugian Rp 226 juta.

Ismiarti Putri "Saya mengajukan pinjaman kredit ke BNI Bukittnggi 800 juta, Pada bulan Oktober 2018 karena saya sibuk berdagang di pasar Aur Kuning Bukittinggi saya percayakan dari permohonan sampai pencairan kredit saya pada RM pegawai Bank tersebut dan karena sudah terlalu lama tidak ada kabar berita saya tanyakan pada RM pegawai Bank tersebut "Belum cair"katanya, karena memasuki bulan puasa saya butuh tambahan modal usaha, Kembali saya tanyakan dan saya desak, barulah RM menyerahkan buku Tabungan dan ATM saya.

Setelah Buku Tabungan saya cek ke BNI, Alangkah terkejutnya saya ternyata uang saya di buku tabungan tersisa Rp15 juta saja, RM telah melakukan penarikan tanpa sepengetahuan saya tiga kali, Penarikan pertama Rp 231 juta, Penarikan kedua Rp 300 juta dan Penarikan ketiga Rp 180 juta, Saya dirugikan sebesar Rp 711 juta,.

Merasa tidak puas pada RM saya minta penjelasan, Menurut RM Dana itu dipakai untuk keperluan bank dan disimpan dalam rekening khusus untuk mengetahui dana itu hanya orang tertentu saja" ungkapnya.

Warni Rawita "Saya mengajukan Pinjaman Kredit ke BNI Bukittinggi Rp 500 juta namun yang cair Rp 480 juta pada bulan Agustus 2018, RM pegawai bank tersebut meminjam uang pada saya beberapa kali alasan untuk menalangi uang di bank lain, dengan cara slip penarikan yang di berikan pada saya untuk saya tandatangani.

Sampai sekarang RM Pegawai Bank tersebut belum menggembalikan sisa uang itu, Saya mengalami kerugian Rp 226 juta" ungkapnya.

Didampingi Armen Bakar pengacara yang sudah banyak aral melintang di dunia hukum dan sudah banyak menangani kasus kasus besar di Bukittinggi dan Agam dengan ciri khas rambut pirang pakai anting mendampingi korban ke Satreskrim Polres Bukittinggi untuk membuat laporan pada tanggal 6 dan 9 Mai 2019.

katanya" iya meminta Pihak BNI mengambil kebijakan agar klien saya tidak dirugikan karena klien saya percaya pada pegawai Bank tersebut karena RM itu pegawai bank tersebut dan disamping itu minta dikembalikan agunan yang di jadikan boroh untuk peminjaman Kredit tersebut, karena klain kami tidak menerima uang yang di janjikan RM tersebut" harapannya.

Terkait kasus itu kepala cabang BNI Zamzami yang ditemui, kepada Sarpos membenarkan bahwa,

"RM itu pegawai BNI Bukittinggi yang telah di pecat terkait indisipliner dan persoalan ini sedang di tangani Kabiro Hukum BNI di Padang, juga kasus ini juga sudah di laporkan korban ke pihak Polres Bukittinggi kita tunggu saja."katanya

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi MA. Mekuo membenarkan "satu orang korban telah membuat laporan ke Polres Bukittinggi, nanti korban akan kita panggil untuk melakukan klarifikasi ,ucapnya melalui handphone dari media Haluan berserta awak media suara riau pos.

Korban berharap agunan yang di borohkan bisa di kembalikan oleh pihak Bank karena korban tidak menikmati uang yang di janjikan RM tersebut, Korban dan RM sudah tidak bisa berkomunikasi sejak kasus ini di laporkan korban kepada pimpinan BNI di Bukittinggi.

Kepala BNI Zamzami menjelaskan pada korban bahwa " uang ibuk sudah cair itu sudah tanggung jawab ibuk, RM sudah di berhentikan sebagai karyawati di BNI Bukittinggi karena indisipliner (Tidak masuk kantor selama lima hari berturut turut)." Tegasnya

Korban berusaha mencari dan mendatangi rumah RM di Payakumbuh kelurahan balai caring RM tidak di temukan di tempat, sebelum membuat laporan ke Reskrim Bukittinggi. (JJ )

Terkait

IKLAN

Sabtu, 23 Mei 2020
Komunitas Kotak Amal
ADDRESS
Jl. Sudirman Gang. Imam Bonjol . rt 3 rw 2 Kec : Mandau.
Kab. Bengkalis Riau Bengkalis, Riau, Indonesia

Yansimon
0812 - 6176 - 5827
www.suarariaupos.com
suarariaupos@yahoo.com