Dibaca : 2858 kali
TANAH DATAR, Suara Riau Pos.Com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah Resmi Membuka Festival Minang Kabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindue Mato (25/06/26).
Hadir dalam acara pembukaan Festival Minangkabau tersebut Gubernur Sumatera Barat, Wakil Mentri Ketenaga Kerjaan, Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E, M.M., Jajaran Forkopimda Tanah Datar, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota sesumatera Barat, Bupati / Walikota se Sumatera Barat, Niniek Mamak, Bundo Kanduang, Tokoh Adat & Kebudayan se Minangkabau, Kepala Dinas Pariwisata dan UMKM, Pelaku Seni, Delegasi Budaya, Wisatawan Lokal dan Mancanegara, Camat se Tanah Datar, Walinagari se Tanah Datar dan Tokoh - tokoh Masyarakat Kabupaten dan Sumatera Barat.
Dalam Acara Pembukaan Festival kali ini Gubernur menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset strategis dan kekuatan masa depan yang mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Festival ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk keenam kalinya, menjadikannya ajang andalan dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Gubernur juga menyebut acara ini sebagai “ruang pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan”.
Menurutnya, Festival Minangkabau bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sarana memperkuat identitas, menumbuhkan kebanggaan, serta menjaga jati diri masyarakat Minangkabau.
“Kita berada di Luhak Nan Tuo, tempat yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan kebudayaan. Budaya yang kita lestarikan harus hidup dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Walaupun Festival Minangkabau ini sempat tertunda akibat Bencana Banjir Bandang dan Galodo yang menimpa Sumatera Barat, Namun hari ini bisa kembali kita gelar dengan semangat kebersamaan untuk memajukan Seni dan Budaya minangkabau agar tetap Eksis dan berkembang sesuai kemajuan Zaman. " Indak Lapuek Dek Hujan Dan Indak Lakang Dek Pane, Adat Minangkabau bisa menyesuaikan dengan Kemajuan Zaman, Tentu sesuai Falsafah " Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". "ujar Mahyeldi.
Sementara Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., Menyampaikan Festival Minangkabau ini adalah sebagai wujud melestarikan Adat Minangkabau yang selalu kita gaungkan, Yaitu "Adat Basyandikan Syarak - Syarak Basandikan Kitabullah". Juga untuk mendorong meningkatkan Pariwisata dan Ekonomi Rakyat. Serta juga untuk mengajak generasi Muda Bangsa melanjutkan warisan Budaya Minangkabau ini secara berkelanjutan. Mari kita bersama - sama memelihara warisan budaya kita yang sangat indah dan mempunyai nilai - nilai Seni yang sangat tinggi, Ujar Bupati.
Festival tahun ini menampilkan beragam kekayaan budaya, mulai dari pawai budaya, pertunjukan tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan anak nagari, pameran benda pusaka, hingga pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif.
Keanekaragaman ini menunjukkan bahwa budaya Minangkabau tetap relevan dan mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman,
“Ketika festival berlangsung, UMKM bergerak, kuliner terjual, penginapan terisi, dan anak nagari memiliki ruang berkarya. Inilah yang kita bangun: pariwisata yang berakar pada budaya dan memberi manfaat langsung,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, Nova Arisne menyambut baik penyelenggaraan festival ini.
Menurutnya, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebangkitan pariwisata Sumbar dan mempromosikan budaya Minangkabau sebagai daya tarik yang berdaya saing global.
Sumatera Barat adalah Daerah yang kaya akan seni dan Budaya yang selalu di jaga kelestarianya sepanjang zaman, "Ungkap Nova".
(Eig)
Terkait
Monday, 10/08/2026
Saturday, 08/08/2026
Tuesday, 21/07/2026
Saturday, 18/07/2026
Thursday, 16/07/2026
Senin, 17 Agustus 2026
Rabu, 17 Desember 2025
Kamis, 29 Januari 2026IKLAN