Dibaca : 2301 kali
Tanah Datar - Dugaan ketimpangan distribusi bahan pokok kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada kinerja Perum Bulog Cabang Solok yang membawahi wilayah Solok, Sawahlunto, Sijunjung, dan Tanah Datar. Sejumlah pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengeluhkan pelayanan yang dinilai tidak profesional, tidak transparan, bahkan terkesan diskriminatif dalam pendistribusian Minyak Kita.
Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Para pengurus KDMP yang telah resmi bermitra dengan Bulog mengaku kerap dipersulit saat hendak melakukan transaksi pembelian minyak goreng bersubsidi tersebut. Alih-alih mendapatkan pasokan sesuai janji awal, mereka justru berulang kali dihadapkan pada jawaban klasik stok kosong.
Awalnya kami dijanjikan kuota 200 dus Minyak Kita per minggu dan 2 ton beras SPHP. Itu disampaikan saat Bimtek Pengurus KDMP di Padang beberapa bulan lalu oleh narasumber dari Perum Bulog Sumatra Barat. Tapi realitanya, setiap kali kami mau belanja, jawabannya selalu tidak ada barang,” ungkap salah seorang pengurus KDMP di Tanah Datar yang sudah bermitra dengan Bulog sejak oktober tahun lalu, namun ketika akan bertransaksi sering kendalanya Minyak Kosong.
Ironisnya, di tengah alasan kelangkaan tersebut, Minyak Kita justru tetap beredar luas di pasaran. Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya ketidakterbukaan dalam pendistribusian, bahkan dugaan permainan di tingkat internal.
Para pengurus KDMP juga mengeluhkan sulitnya komunikasi dengan pihak Bulog. Upaya menghubungi pegawai melalui telepon maupun pesan singkat sering tidak mendapat respons. Situasi ini membuat mereka (Pengurus KDMP) ragu untuk datang langsung ke kantor atau gudang bulog di Solok, karena khawatir hanya akan pulang dengan tangan hampa setelah menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya operasional. Kami pernah datang langsung ke Bulog Solok ingin Beli Minyak KITA, lantaran di Telpon tidak di angkat dan di wa pun tidak di balas oleh Pegawai Bulog yang biasa kami hubungi, karena penasaran kami nekat saja untuk menyewa Mobil agar bisa membawa minyak KITA pulang. Eehhh nytanya setelah sampai di Solok kami tanya kata pegawai Bulog Minyak Kosong. Yaa terpaksalah kami dengan tangan hampa dan akhirnya menimbulkan kerugian biaya operasional bagi kami.
Ada lagi salah seorang Pengurus KDMP di Tanah Datar telah memesan Barang ke Pegawai Bulog lewat telpon, dan dikatakan barang ok. Setelah esoknya kami langsung ke Gudang Solok. Ingin membeli Minyak KITA, eehh tiba - tiba pegawai baru yang menempati Posisi di kepala pengeluaran Barang mengatakan Minyak Kosong. Akhirnya setelah berdebat panjang lebar akhirnya di kasih juga 200 dus. Baru - baru ini ada lagi pengurus KDMP di Tanah Datar yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan sudah mengorder Pada kamis tanggal 16 April 2026 kepada pengawai Bulog, karena sebelumnya tidak kunjung dapat Minyak dengan Alasan Perioritas untuk bantuan Pangan (Bapang) dan jawaban pegawai bulog tersebut pada waktu itu" Kalau untuk minggu besok sudah aman !!! Barang sudah jalan dari Medan menuju Sumatera Barat. Tapi sampai sekarang kamis tanggal 23 April 2026 belum juga sampai Minyak nya dari Medan. Biasanya 3 hari paling lama kalau Medan - Padang sudah sampai kata seorang Pengurus KDMP Di Tanah Datar yang sering bolak - balik medan - padang. Akhirnya kami kembali bertanya kepada Bapak Musri Edi sebagai Kasi Pengeluaran Barang, katanya belum ada info dari anggotanya. "Masa Iya seorang Kasi tidak mengetahui barang masuk dan keluar dari Bulog", Ucap salah Seorang pengurus KDMP ini dengan agak sedikit kecewa.
Jadi ini yang ingin kami sampaikan mohon lah perlakukan kami dengan baik karena kami sudah bermitra dengan Bulog. Jangan Bulog saja yang minta di mengerti oleh KDMP ujar salah seorang pengurus KDMP yang sangat berharap untuk saling menjaga kerjasama dan mitra antara KDMP dan Bulog. Kami juga ditunggu oleh anggota Koperasi yang sudah berharap Minyak KITA ada di Koperasi. Agar mereka juga bisa membeli di Koperasi dan menjual di Toko - toko kecil di pinggir jalan dan dirumah anggota. Sehingga Ekonomi anggota juga bisa berjalan baik kata Pengurus KDMP ini.
Dilain Sisi Kami diminta untuk mengurus legalitas koperasi dan bisa bermitra dengan Bulog. Tapi ketika butuh barang, kami tidak difasilitasi. Bagaimana koperasi bisa berkembang kalau akses barang saja dipersulit?” ujar sumber lainnya.
Lebih jauh, pengurus KDMP menilai kebijakan pendistribusian yang ada justru bertolak belakang dengan tujuan awal pembentukan Koperasi Desa merah Putih sebagai penyalur sembako yang memutus mata rantai distribusi panjang.
Fokus ke Bapang, KDMP Dikesampingkan?
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pengeluaran Barang Bulog Cabang Solok, Musri Edi, membenarkan bahwa distribusi Minyak Kita saat ini diprioritaskan untuk program Bantuan Pangan (Bapang).
Kami fokus dulu untuk Bapang. Untuk mitra lain, termasuk KDMP, nanti setelah program itu selesai baru akan kami distribusikan,” jelasnya saat ditemui di Kantor Bulog Panti Batusangkar Senin sore, 13 April 2026.
Namun pernyataan tersebut langsung menuai tanda tanya. Pasalnya, di saat yang sama, media mendapati adanya mitra lain yang justru dapat memuat hingga 200 dus Minyak Kita saat itu dari gudang Bulog.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Musri Edi beralasan faktor kemanusiaan.
Kasihan, mereka sudah datang jauh-jauh dari Sawahlunto,” ujarnya.
Jawaban ini justru memperkuat kesan adanya perlakuan tidak adil dalam distribusi. Terlebih, sejumlah KDMP yang juga berada di kawasan pasar—bahkan lebih dekat dengan titik distribusi—justru tidak mendapatkan prioritas.
Dugaan Ketidakprofesionalan Menguat
Pengurus KDMP menilai kebijakan tersebut tidak hanya merugikan koperasi, tetapi juga berpotensi menghambat program strategis nasional yang diusung pemerintah, termasuk agenda pemberdayaan ekonomi desa yang menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto.
KDMP ini jelas arah dan fungsinya. Kami ada di desa-desa, dekat dengan masyarakat. Kalau distribusi lewat kami, pasti lebih merata. Tapi kalau hanya ke pihak tertentu, rawan kepentingan,” tegas salah satu perwakilan pengurus.
Selain itu, muncul pula keluhan serius terkait etika pelayanan, termasuk dugaan nomor kontak mitra yang tidak direspons hingga diblokir oleh oknum pegawai.
Mohon di Evaluasi dan campur tangan Pemerintah untuk Penyaluran Minyak KITA ini ke KDMP dari Bulog.
Para pengurus KDMP berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya Dinas Koperasi dan perdagangan Sumatera Barat, untuk turun tangan memfasilitasi distribusi yang adil dan transparan.
Mereka juga mendesak evaluasi terhadap kinerja Bulog Cabang Solok agar tidak ada lagi praktik yang merugikan mitra resmi.
Kami hanya ingin diperlakukan adil. Jangan sampai Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi ujung tombak ekonomi rakyat justru seperti anak tiri,” pungkasnya. Padahal kalau Koperasi Maju Insyaa Allah Koperasi Akan menjadi Central Pertumbuhan Ekonomi di Desa Atau Nagari.
Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam memastikan distribusi bahan pokok berjalan tepat sasaran, transparan, dan tidak diskriminatif—terutama bagi lembaga ekonomi kerakyatan yang selama ini digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa. (Eig)
Terkait
Wednesday, 03/06/2026
Saturday, 16/05/2026
Thursday, 23/04/2026
Monday, 06/04/2026
Rabu, 17 Desember 2025IKLAN