INTERNATIONAL     OLAHRAGA     HUKUM DAN KRIMINAL     POLITIK     PARIWISATA     IKLAN     Rokan Hilir     Kepulauan Bangka Belitung     Kabupaten Bangka     Pendidikan     Bengkalis     Sumatra Barat     Siak     Pekanbaru     Bukittinggi     Agam     DKI Jakarta     Propinsi Kalimantan Barat     Kepulauan Meranti     Dumai     Jambi     Palelawan     Sumatra Selatan     Kampar     Pasaman Barat     Indragiri Hilir     Indragiri Hulu     Kuantan Singingi     Rokan Hulu     Dhamasraya     Kepulauan Mentawai     Lima Puluh Koto     Padang Pariaman     Pasaman Timur     Pesisir Selatan     Sijunjung     Solok     Solok Selatan     Padang     Pariaman     Payakumbuh     Sawah Lunto     Kota Bekasi     Entertainment     Kabupaten Tegal     Pemalang     Jakarta Utara     Jakarta Barat     Jakarta Timur     Kota Tegal     Sumatra Utara     Jakarta Selatan     Papua Barat      Propinsi Papua     Sulawesi Selatan      Kabupaten Brebes      DPRD Kabupaten Bengkalis      Propinsi Banten      Pekalongan      Kudus     SRAGEN     Kabupaten Demak     Bojonegoro      Jawa Tengah      Jawa Timur      Padang Panjang      Jawa Barat     Bogor/Depok     Propinsi Aceh     pariwara Padang Panjang      Aksi Cepat Tanggap     NASIONAL      Sarolangun  
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Wednesday, 21 Oct 2020, 03:15
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Kabupaten Tegal

Dianggarkan Rp 40 Miliar, Rehabilitasi Waduk Cacaban Segera Dimulai

Jum'at, 16 Oktober 2020
Dilihat : 13 kali

KABUPATEN TEGAL - suarariaupos.com | Tingkatkan fungsi operasional dan keselamatan bendungan Waduk Cacaban, Pemerintah berencana merehabilitasi kawasan yang juga berfungsi sebagai destinasi wisata andalan Kabupaten Tegal ini. Anggaran sebesar Rp 40 miliar telah disiapkan Bank Dunia untuk membiayai sejumlah pekerjaan di dalamnya. Informasi tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Adek Rizaldi saat membuka Sosialisasi Rencana Pekerjaan Remidial di Waduk Cacaban, Jumat (16/10/2020) pagi.

Rehabilitasi bendungan Waduk Cacaban sendiri masuk dalam skala prioritas dari Proyek Peningkatan Operasional dan Keselamatan Bendungan Tahap 2 atau Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP2). Rizaldi mengatakan, kegiatan remedial atau rehabilitasi Waduk Cacaban akan dimulai bulan Oktober 2020 dan berakhir pada bulan Desember 2021 mendatang.

“Remidial yang dimaksud adalah menata ulang kawasan bandungan. Kegiatan remedial di Waduk Cacaban ini rencananya akan dilakukan di dua lokasi, yaitu remedial pekerjaan tubuh bendungan itu sendiri dan penataan kawasan di sekitar bendungan, disamping ada perbaikan pada spillway dan pengerukan sedimen,” kata Rizaldi.

Menurutnya, selain memiliki fungsi pencadangan air di musim kemarau dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat petani dan pelaku usaha lainnya, keberadaan bendungan juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar.

Rizaldi mengungkapkan, pekerjaan remedial Waduk Cacaban ini harus segera dilakukan karena usianya yang sudah terbilang tua, sekitar 62 tahun sejak pertama kalinya beroperasi di tahun 1958. Selain itu, dalam perkembangannya, ada pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukannya terutama di bagian tubuh bendungan yang berada di pintu satu, yaitu aktifitas pariwisata.

“Kami harus merevitalisasi pruang pada tubuh bendungan ini dengan mensterilkannya dari aktifitas seperti pariwisata dan merelokasinya ke tempat lain yang lebih aman. Tragedi Situ Gintung di Tangerang, Banten yang jebol tahun 2009 lalu dan menewaskan ratusan orang itu kiranya harus menjadi pelajaran. Penyebabnya, selain faktor usia juga karena banyaknya aktifitas seperti wisata di tubuh bendungan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Kementerian PUPR. Umi menilai, pekerjaan remedial tersebut sangat menguntungkan. Tidak hanya bagi masyarakat petani, tapi juga pelaku usaha pariwisata. “Melalui proyek ini, maka impian kita selama ini untuk menguatkan kembali citra Waduk Cacaban sebagai destinasi wisata unggulan dan andalan Kabupaten Tegal bisa segera terwujud,” ujar Umi.

Di hadapan warga pedagang dan pemilik perahu, Umi menitip pesan, agar mereka bersabar, merelakan tempat usahanya direlokasi ke tempat yang sudah ditentukan, termasuk mengalihkan usahanya selama lima hingga enam bulan ke depan sampai lokasi yang baru nantinya siap ditempati.

“Saya yakin, dengan tertatanya kawasan ini, ditunjang promosi kita nanti, jumlah wisatawan yang datang ke sini akan meningkat tajam. Saya sudah titip pesan ke dinas pariwisata agar daya tarik objek wisata di Waduk Cacaban ini tidak hanya menyuguhkan wisata alam dan fasilitas kenyamanan bagi para pengunjungnya saja, tapi juga ada atraksi wisata air seperti banana boat, jet ski, parasailing, trampolin air dan yang lainnya, termasuk event olah raga seperti ski air,” kata Umi yang disambut gembira warga setempat.

Di tempat yang sama, saat memaparkan masterplan remedial Waduk Cacaban, Kepala Bidang Kegiatan Operasi dan Pemeliharan Sumber Daya Air Dina Noviadriana menuturkan, pekerjaan rehabilitasi ini merupakan tindak lanjut hasil survei yang dilakukan komisi bendungan tahun 2019 lalu. “Hasil survei dari komisi bendungan merekomendasikan perlunya pengamanan area tubuh bendungan, perbaikan spillway, pengembalian fungsi bendungan dan penataan kawasan serta relokasi warung dan pedagang di sekitar tubuh bendungan karena dinilainya membahayakan keamanan bendungan,” jelas Dina.

Pihaknya akan berupaya menyelesaikan pekerjaan penataan kawasan untuk kepentingan pariwisata ini sampai dengan akhir bulan Maret 2021. Sementara pekerjaan lain yang menyangkut struktur bendungan dan infrastuktur bendungan baru akan selesai di bulan Desember 2021.

Dina pun menambahkan, penataan kawasan ini sendiri akan mencakup pekerjaan normalisasi bibir waduk, pembuatan dermaga dan lansekapnya, pembuatan pujasera untuk menampung 26 unit kios, pembuatan toilet dan mushola, pembuatan gardu pandang dan pujasera untuk 12 unit kios serta pembuatan playground dan lansekapnya. “Bisa kita lihat kondisi bibir waduk saat ini yang hanya berupa tanah untuk genangan waduk, nantinya akan diganti dengan dinding pasangan batu. Begitupun dengan warung-warung yang tidak tertata baik akan disempurnakan, salah satunya dengan konsep pujasera,” pungkasnya.

Menanggapi rencana itu, perwakilan pedagang setempat, Arif, mengaku sangat mendukung kebijakan Pemerintah dalam menata kawasan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan. Arif pun mengaku siap jika nanti dirinya beserta warga pedagang lainnya tidak bisa berjualan untuk sementara waktu ini. “Kami para pedagang legowo, sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah yang sudah memfasilitasi penataan kawasan wisata Waduk Cacaban ini,” ujarnya. (HS)

Terkait

IKLAN

ADDRESS
Jl. Sudirman Gang. Imam Bonjol . rt 3 rw 2 Kec : Mandau.
Kab. Bengkalis Riau Bengkalis, Riau, Indonesia

Yansimon
0812 - 6176 - 5827
www.suarariaupos.com
suarariaupos@yahoo.com