INTERNATIONAL     OLAHRAGA     HUKUM DAN KRIMINAL     POLITIK     PARIWISATA     IKLAN     Rokan Hilir     Kepulauan Bangka Belitung     Kabupaten Bangka     Pendidikan     Bengkalis     Sumatra Barat     Siak     Pekanbaru     Bukittinggi     Agam     DKI Jakarta     Propinsi Kalimantan Barat     Kepulauan Meranti     Dumai     Jambi     Palelawan     Sumatra Selatan     Kampar     Pasaman Barat     Indragiri Hilir     Indragiri Hulu     Kuantan Singingi     Rokan Hulu     Dhamasraya     Kepulauan Mentawai     Lima Puluh Koto     Padang Pariaman     Pasaman Timur     Pesisir Selatan     Sijunjung     Solok     Solok Selatan     Padang     Pariaman     Payakumbuh     Sawah Lunto     Kota Bekasi     Entertainment     Kabupaten Tegal     Pemalang     Jakarta Utara     Jakarta Barat     Jakarta Timur     Kota Tegal     Sumatra Utara     Jakarta Selatan     Papua Barat      Propinsi Papua     Sulawesi Selatan      Kabupaten Brebes      DPRD Kabupaten Bengkalis      Propinsi Banten      Pekalongan      Kudus     SRAGEN     Kabupaten Demak     Bojonegoro      Jawa Tengah      Jawa Timur      Padang Panjang      Jawa Barat     Bogor/Depok     Propinsi Aceh     pariwara Padang Panjang      Aksi Cepat Tanggap     NASIONAL      Sarolangun  
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Wednesday, 21 Oct 2020, 03:51
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Agam

MELIRIK SENI RAJUT SEBAGAI LAHAN BISNIS

Jum'at, 16 Oktober 2020
Dilihat : 13 kali

Agam, suarariaupos.com | Memang apa yang di lakoni Yulia Putri, warga Koto Manampuang, Jorong IV Sangkir, Lubuk Basung yang tertarik melirik seni merajut sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Dengan bekal kreativitas, ibu satu anak ini bisa menghasilkan tas rajut bernilai jual.

Rika begitu ia akrab disapa, mengenal cara merajut dari salah seorang kerabat lima tahun lalu. Dirinya fokus menjadikan seni rajut sebagai bisnis baru dua tahun terakhir.

“Dikatakan hobi sih tidak, dulu tidak menyangka bisa merajut, namun pasca resign kerja, seorang kerabat yang lebih dahulu berbisnis tas rajutan meminta saya untuk merajut juga,” ujarnya , Kamis (14/10).

Bagi Rika seni merajut tidak hanya identik dengan pakaian. Kini, seni kerajinan tangan itu telah merambah ke aksesori, seperti tas yang dibuatnya. Sayangnya, pangsa pasar tas rajutan masih terbatas.

“Namun, peminatnya memang baru dari kalangan kelas menengah ke atas, seperti orang kantoran,” ucapnya.

Awalnya, Rika dan sang suami merintis bisnis tas rajutan di daerah Sijunjung. Awal 2019, Rika hijrah ke kampung halaman, dan kembali memulai merintis usaha rajutan dari nol.

“Disini mulai lagi mencari peminat, bahkan meski sudah di sini, yang banyak order malah justru dari Sijunjung,” katanya.

Saat di Sijunjung, kata Rika dalam satu bulan dirinya bisa menerima 4-5 orderan. Rika mematok harga tas rajutnya kisaran Rp150-250 ribu. Saat ini, Rika baru memasarkan produk melalui media sosial.

“Untuk harga sih bervariasi, tergantung ukuran dan jenis benang yang digunakan,” sebut Rika.

Untuk menghasilkan satu produk tas rajut, Rika membutuhkan waktu maksimal 2 minggu. Dikatakan, saat ini dirinya terkendala dalam pembuatan furing.

“Furing masih dijahit di Bukittinggi, di sini belum ketemu, mungkin ada. Nah, waktu membuat furing ini yang agak lama, kalau merajutnya cuma 3 hari,” katanya lagi.

Soal Furing, Rika benar-benar selektif mencari tempat menjahit yang berkualitas. Dikatakan, furing menjadi bagian terpenting dari tas rajutan yan dibuatnya.

“Karena kita harus menjaga kepercayaan konsumen dengan memberikan kualitas terbaik,” imbuh Rika.

Saat ini, Rika tengah giat mengenalkan Tsurayya Handmade sebagai brand produk tas rajutannya. Dirinya berharap, brand tersebut lebih dikenal luas oleh masyarakat.

“Kami juga berharap adanya pembinaan dari dinas terkait, saat ini kami sudah bergabung dengan kelompok UMKM Limpapeh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop UMKM Kabupaten Agam, Noviyanti mengatakan saat ini banyak pelaku UMKM yang mulai menggeliat. Dikatakan, salah satu usaha yang memiliki prospek bagus adalah bisnis tas rajut.

“Saat ini seni rajutan memang tengah digemari, bisa jadi usaha ini prospeknya akan bagus,” katanya.

Diutarakan Noviyanti, pihaknya telah memantau usaha tas rajutan yang dirintis Rika. Menurutnya, tas rajutan buatan rika memiliki kualitas premium.

“Tas buatannya rapi, kualitasnya bagus, dirinya terampil merajut,” kata Noviyanti sembari memperlihatkan tas rajut buatan Rika yang dibelinya beberapa waktu lalu.

Pihaknya mengapresiasi makin menggeliatnya pelaku UMKM di Kabupaten Agam. Kedepan, pihaknya akan terus memantau dan meneliti pembinaan seperti apa yang dibutuhkan pelaku UMKM seperti Rika.

“Produk ini sudah dilapor ke kepala dinas. Dibandingkan di tempat lain, tas rajutan buatan Rika jauh lebih berkualitas,” pungkasnya..(Lilik)

Terkait

IKLAN

ADDRESS
Jl. Sudirman Gang. Imam Bonjol . rt 3 rw 2 Kec : Mandau.
Kab. Bengkalis Riau Bengkalis, Riau, Indonesia

Yansimon
0812 - 6176 - 5827
www.suarariaupos.com
suarariaupos@yahoo.com