ENTERTAINMENT     INTERNATIONAL     OLAHRAGA     HUKUM DAN KRIMINAL     POLITIK     PARIWISATA     Iklan     Rokan Hilir     Kepulauan Bangka Belitung     Teknologi     Pendidikan     Bogor / Depok     Bengkalis     Sumatra Barat     Siak     Pekanbaru     Bukittinggi     Agam     Jakarta     Tangerang/Tangerang Selatan     Kepulauan Meranti     Padang Panjang     Dumai     Jambi     Pelawan     Labuhan Batu     Sumatra Selatan     Kampar     Pasaman Barat     Indragiri Hilir     Indragiri Hulu     Kuantan Singingi     Rokan Hulu     Dhamasraya     Kepulauan Mentawai     Lima Puluh Koto     Padang Pariaman     Pasaman Timur     Pesisir Selatan     Sijunjung     Solok     Solok Selatan     Tanah Datar     Padang     Pariaman     Payakumbuh     Sawah Lunto  
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Saturday, 20 Oct 2018, 18:18
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Saturday, 20 Oct 2018, 18:18
Kampar

Waduh..!!! Kepala sekolah SD Negeri Kampar Berpoligami

Jum'at, 27 April 2018

Kampar, suarariaupos.com – Figur seorang guru mestinya menjadi sosok panutan untuk digugu dan ditiru, namun tidak demikian halnya dengan salah seorang guru yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar ini. Sang guru berinisial Ayz, diduga telah melakukan pelanggaran etika dan aturan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan melakukan Nikah Siri dan memiliki 2 orang istri (poligami).

 Istri pertama dan istri keduanya diketahui sebagai ibu rumah tangga biasa.

 Dengan fakta tersebut, Ayz selaku Kepala Sekolah telah melakukan Perlawanan dan Pelanggaran sebagaimana yang di atur dalam PP. No.10 Tahun 1983.

 Saat dikonfirmasi awak media suarariaupos.com disela – sela acara pengukukahan kepala sekolah SMP, SDN dan TK se- Kabupaten Kampar di aula Bupati Kampar, pada hari Kamis (26/04/2018), sang guru berinsial Ayz ini mengakui kesalahanya dan mengakui bahwa dirinya telah melanggar PP. No.10 Tahun 1983.

Dengan sikap plin plan dan marah – marah, Ia mengatakan kalau punya istri dua itu dalam peraturan negeri boleh, dan setelah itu dia katakan tidak boleh. “Saya punya istri dua ini ataupun nikah siri lagi, itu nantilah saya jawab”, kilahnya.

“Itu masalahnya begini, masalah – masalah ini karena tidak bisa saya sampaikan disini, sebab itu masalahnya sangat sensitif. Jadi saya tahu siapa yang melaporkan masalah ini, pasti kakak istri pertama saya,” tuding kepsek tersebut mengatakan kepada wartawan suarariaupos.com.

 “Sebab diapun tidak tahu apa permasalahan sebenarnya kejadian dalam rumah tangga saya. Karena nanti akan saya buat kronologisnya dalam bentuk tulisan, lalu akan saya serahkan kepada bapak wartawan ini,” ungkap kepsek tersebut.

Selanjutnya, “baru saya kasih kronologis sejarah atau kenapa sampai terjadi begini, jadi kalau bicara langsung mungkin ada nanti yang tidak tersampaikan. Masalahnya kadang – kadang dalam keadaan posisi emosi tadi saya mau marah – marah, kalau masalah ini istri pertama saya tidak pernah menuntut dan sudah lama disuruhnya saya untuk nikah lagi. Tapi akhir – akhir ini setelah terjadi baru ada masalah. Karena selama kita berumah tangga berlangsung 26 tahun sampai sekarangpun, saya tidak juga berhenti pulang dari sekolah, sampai pukul 22.00 Wib malam saya jaga kedai kopi di desa Ranah, Kec. Kampar. Sebab kita masing – masing keluarga itu, kitalah yang merasakan bukan orang lain,” beber Kepsek Ayz itu.

 Lebih lanjut di tempat terpisah, Kepala bidang Bina Ketenagaan Disdikpora Kabupaten Kampar, Zulkifli saat dikonfirmasi wartawan medianasional.id usai aacarayang sama di aula Bupati Kampar mengatakan, “istilahnya telah menyampaikan ini yang saya butuhkan dari teman – teman semua. Sebab dengan segala keterbatasan, apalagi dengan kondisi dilauncingnya Permendagri 12 itu dari 17 UPTD hari ini tidak ada. Sehingga sekolah hari ini menurut pasal 20 UPT, namun kita sadari pekerjaan kepala sekolah selaku UPT itu sangat berat. Karena kami dari Dinaspun sangat kewalahan, namun ini merupakan suatu beban. Maka sekali lagi informasi dari kawan – kawan media itu sangat kami butuhkan, demi perbaikan pendidikan kedepannya”, ungkap Zulkifli.

Selanjutnya, “kembali masalah hal Iktual yang disampaikan tadi itu memang sampai saat ini, bukan masalah saya baru atau tidak tetapi itu sampai sekarangpun belum ada catatan laporan kita. dan inilah laporan resmi saya terima tentang kejadian ini, jadi kalau bisa teman – teman media bantu saya dengan data yang lengkap. Inilah kondisi dengan meningkatnya hal ini, karena belum ada selama ini pengukuhan kepala sekolah pakai ikrar. Poin yang menyangkut tentang itu adalah poin yang ke-4, jaga moral dan etika”, lanjutnya.

“Terakhir selesai ini nanti kita akan siapkan skenario, skenarionya ada dua yaitu Skenario pengembangansekolahh dan Skenario tentang masalah etika dan moral. Menyangkut masalah ini memang kondisinya kami sangat butuh kerja sama dengan segala keterbatasan yang ada. Jadi informasi rekan – rekan media menyangkut kepsek itu kalau memang benar nanti akan kita tindaklanjuti, mungkin ini yang saya sampaikan kalau kenyataannya seperti itu”, demikian Zulkifli menyampaikan kepada awak media suarariaupos.com. (Amri)

Terkait

Iklan

Senin, 3 September 2018
SELAMAT HARI POLISI WANITA
Senin, 27 Agustus 2018
Pondok Lesehan Salero Kampuang
Selasa, 21 Agustus 2018
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1439 H
Rabu, 15 Agustus 2018
MC.KENDRO
Jum'at, 10 Agustus 2018
Perempuan Mandiri
Rabu, 8 Agustus 2018
Bisnis Masa Kini
ADDRESS
Jl. Sudirman Gang. Imam Bonjol . rt 3 rw 2 Kec : Mandau.
Kab. Bengkalis Riau Bengkalis, Riau, Indonesia

Yansimon
0812 - 6176 - 5827
www.suarariaupos.com
suarariaupos@yahoo.com