ENTERTAINMENT     INTERNATIONAL     OLAHRAGA     HUKUM DAN KRIMINAL     POLITIK     PARIWISATA     Iklan     Rokan Hilir     Kepulauan Bangka Belitung     Teknologi     Pendidikan     Bogor / Depok     Bengkalis     Sumatra Barat     Siak     Pekanbaru     Bukittinggi     Agam     Jakarta     Tangerang/Tangerang Selatan     Kepulauan Meranti     Padang Panjang     Dumai     Jambi     Pelawan     Labuhan Batu     Sumatra Selatan     Kampar     Pasaman Barat     Indragiri Hilir     Indragiri Hulu     Kuantan Singingi     Rokan Hulu     Dhamasraya     Kepulauan Mentawai     Lima Puluh Koto     Padang Pariaman     Pasaman Timur     Pesisir Selatan     Sijunjung     Solok     Solok Selatan     Tanah Datar     Padang     Pariaman     Payakumbuh     Sawah Lunto  
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Friday, 17 Aug 2018, 18:13
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Friday, 17 Aug 2018, 18:13
Pekanbaru

Pertamax Turbo Rp 10.200, Pertamax Rp 9.000

Minggu, 25 Februari 2018
Foto:Ilustrasi

Pekanbaru, suarariaupos.com- PT Pertamina kembali menaikkan harga bahan bakar khusus, Mulai hari sabtu (24/2) kemarin. Kenaikan berlaku untuk seluruh Indonesia, untuk produk bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo. sedangkan pertalite tidak mengalami kenaikan.

Marketing Branch Manager Pertamina Sumbar-Riau, Pramono Wibowo, membenarkan adanya kenaikan BBM non subsidi. Katanya, kenaikan harga dikarenakan naiknya harga minyak dunia, sehingga Pertamina juga menaikkan harga (BBM) non subsidi.

" Iya betul harga BBM jenis pertamax naik ini yang non subsidi. Harga minyak dunia mengalami kenaikan terus, jadi disesuaikan dengan harga minyak untuk non subsidi" ujar Pramono Wibowo saat dihubungi, Minggu(25/2).

Dijelaskan Pramono, kenaikan harga BBM non subsidi ini tidak begitu signifikan, berkisar antara Rp200 sampai Rp500 perliter. Untuk Pertamax Turbo dari harga Rp9.700 menjadi Rp10.200 BBM jenis. BBM jenis pertamax dari harga Rp8.700 menjadi Rp9.000.

" harga ini sewaktu-waktu juga akan turun, Jika harga minyak turun tentu ini akan menjadi kebijakan lagi. penurunan harga sekarang yang naik berkisaran 300 sampai 500" ujarnya.

Disinggung mengenai kesiapan stok BBM lainnya seperti premium, pertalite, pramono mengatakan stok masih cukup untuk wilayah Riau. Termasuk untuk premium belum ada pengurangan stok BBM bersubsidi tersebut.

" kalau stok BBM baik premium, maupun pertalite dan pertamax masih mencukupi, sesuai dengan kuota yang diterima untuk wilayah Riau. sejauh ini untuk Sumatera Riau masih tinggi menerima BBM jenis premium yang mencapai 45 sampai 48 persen. kalau Wilayah lain seperti Sumut Sumbar, aceh itu sudah mencapai 25 sampai 30 persen" jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pertamina juga telah menaikkan harga BBM non subsidi pertalite pada bulan lalu. Dari harga Rp 7900 menjadi Rp 8000. Sedangkan untuk Provinsi Kepulauan Riau, harga pertalit sama dengan di Riau, yakni Rp8.000 Pertamax Turbo Rp10.350,DexLite Rp8.400, pertamax Dex Rp10.100 atau lebih rendah propinsi Riau yang mencapai Rp10550. Sedangkan solar nonsubsidi Rp8.400.

LANGKA

Pihak Pertamina kembali menaikkan harga bahan bakar khusus di satu sisi, Sudah beberapa pekan terakhir kawasan Kecamatan Kuala Kampar, mengalami kelangkaan bahan bakar minyak yang kini memasuki panen raya.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terluar di Kabupaten Pelalawan menjadi terganggu.

Anggota Komisi III DPRD pelalawan, Said Mashudi, Minggu(25/2) mengatakan, kelangkaan BBM berdampak pada terganggunya aktivitas warga yang saat ini sedang melakukan panen Raya padi.

" kelangkaan BBM di Kuala Kampar terjadi lagi, di saat kebutuhan meningkat, musim panen padi sedang berlangsung. kondisi ini membuat petani menjadi terkendala" ungkapnya.

Menurutnya sebagian alat-alat pertanian menggunakan mesin yang membutuhkan supply BBM mustahil melakukan panen tanpa BBM. Dengan ukuran sebotol sirup dihargai Rp8.000.

"Alat-alat perontok padi ini menggunakan mesin, begitu juga alat-alat pertanian lainnya. kalau mahal mungkin bisa ditolerir, yang menjadi masalah BBM ini tak ada sama sekali." jelasnya.

Dijelaskan anggota dewan asal Kuala Kampar, ini tidak hanya berdampak pada aktivitas pertanian. kelangkaan BBM juga berdampak pada kegiatan sekolah.

"Anak-anak di sini tak bisa bersekolah karena tak ada lagi bahan bakar untuk sepeda motornya karena satu-satunya alat transportasi darat menggunakan sepeda motor paparnya.(demon)

Terkait

ADDRESS
Jl. Sudirman Gang. Imam Bonjol . rt 3 rw 2 Kec : Mandau.
Kab. Bengkalis Riau Bengkalis, Riau, Indonesia

Yansimon
0812 - 6176 - 5827
www.suarariaupos.com
suarariaupos@yahoo.com