INTERNATIONAL     OLAHRAGA     HUKUM DAN KRIMINAL     POLITIK     PARIWISATA     IKLAN     Rokan Hilir     Kepulauan Bangka Belitung     Kabupaten Bangka     Pendidikan     Bengkalis     Sumatra Barat     Siak     Pekanbaru     Bukittinggi     Agam     DKI Jakarta     Propinsi Kalimantan Barat     Kepulauan Meranti     Dumai     Jambi     Palelawan     Sumatra Selatan     Kampar     Pasaman Barat     Indragiri Hilir     Indragiri Hulu     Kuantan Singingi     Rokan Hulu     Dhamasraya     Kepulauan Mentawai     Lima Puluh Koto     Padang Pariaman     Pasaman Timur     Pesisir Selatan     Sijunjung     Solok     Solok Selatan     Padang     Pariaman     Payakumbuh     Sawah Lunto     Kota Bekasi     ENTERTAIMEN     Kabupaten Tegal     Pemalang     Jakarta Utara     Jakarta Barat     Jakarta Timur     Kota Tegal     Sumatra Utara     Jakarta Selatan     Papua Barat      Propinsi Papua     Sulawesi Selatan      Kabupaten Brebes      DPRD Kabupaten Bengkalis      Propinsi Banten      Pekalongan      Kudus     SRAGEN     Kabupaten Demak     Bojonegoro      Jawa Tengah      Jawa Timur      Padang Panjang      Jawa Barat     Bogor/Depok     Propinsi Aceh     pariwara Padang Panjang      Aksi Cepat Tanggap     NASIONAL      Sarolangun  
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
Monday, 17 Feb 2020, 16:07
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
DKI Jakarta

Dewi Aryani : Pemerintah Jangan Sampai Mengabaikan Kesejahteraan Buruh

Senin, 20 Januari 2020

 JAKARTA - suarariaupos.com. 

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr. Dewi Aryani, M.Si. menyatakan Pemerintah jangan sampai mengabaikan kesejahteraan buruh meski sudah baik dalam membuka peluang insvestasi di Tanah Air. "Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan akan memperjuangkan aturan yang berimbang untuk pengusaha dan buruh," kata Dewi kepada ANTARA seusai Komisi IX menerima buruh di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Serikat buruh demo menolak kenaikan BPJS Kesehatan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law yang mereka anggap propengusaha, men-downgradekesejahteraan buruh dan mengabaikan perlindungan buruh. Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes) ini menekankan kedua belah pihak jangan saling men-downgrade dan merugikan. Komisi IX DPR RI sebagai benteng penggerak perubahan untuk kepentingan rakyat, kata Dewi, tentu akan mendukung berbagai masukan dari para serikat buruh yang berimbang.

"Intinya pemerintah sudah baik dalam membuka peluang investasi makin banyak di seluruh wilayah. Namun, kesejahteraan buruh juga tidak boleh diabaikan, apalagi kesejahteraan buruh adalah cerminan kesejahteraan rakyat secara luas," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Ir. H. Said Iqbal, M.E. di hadapan wakil rakyat menyebutkan enam alasan KSPI menolak omnibus law, yakni: Pertama, menghilangkan upah minimum; Kedua, mengurangi nilai pesangon; Ketiga, fleksibilitas pasar kerja/penggunaan outsourcing bebas tanpa batas dan buruh kontrak diperluas.

Keempat, lapangan pekerjaan yang teredia berpotensi diisi tenaga kerja asing (TKA) unskill workers; Kelima, jaminan sosial terancam hilang; Keenam, menghilangkan sanksi pidana bagi pengusaha. (Hartadi Setiawan)

Terkait

IKLAN

ADDRESS
Jl. Sudirman Gang. Imam Bonjol . rt 3 rw 2 Kec : Mandau.
Kab. Bengkalis Riau Bengkalis, Riau, Indonesia

Yansimon
0812 - 6176 - 5827
www.suarariaupos.com
suarariaupos@yahoo.com