ENTERTAINMENT  | INTERNATIONAL  | OLAHRAGA  | HUKUM DAN KRIMINAL  | POLITIK  | PARIWISATA  |
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com

Diduga Banyak Titipan Pihak Chevron, Pemuda Tempatan Tak Bisa Bekerja.

Last update : 18/09/2016
Afrizal Anggota DPRD Rohil

Kru PT. APS, saat berada di lokasi tempat mereka bekerja.

 

Diduga Banyak Titipan Pihak Chevron, Pemuda Tempatan Tak Bisa Bekerja.

UJUNTANJUNG

Diduga karena banyaknya titipan pekerja dari pihak PT. Chevron. Sehingga, pekerja dari pemuda tempatan, tidak bisa diterima di perusahaan bawah naungan Sub Kontrak PT. Chevron tersebut.

Seperti terjadi di PT. Asia Petrocom Services ( APS ), dan beberapa perusahaan lainya.  Saat ini, perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas itu banyak mengurangi tenaga kerja. "Tapi, yang dikurangi kita dari pemuda tempatan. Kalau pekerja dari titipan dari PT. Chevron tetap bekerja," ujar inisial Afriyanto alias Anto (31) warga Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rohil, pada Ahad (18/9).

Menurut Anto, sekira 120 warga tempatan dari Kecamatan Rantau Kopar bekerja di perusahaan bidang minyak dan gas, paling tersisa sekira 15 orang lagi yang bekerja. "Itupun entah berapa lama lagi rekan kami bekerja. Khawatirnya, apabila ada pengurangan, mereka juga akan dikeluarkan nantinya," ujar Anto.

Senada diungkapkan Toni Octora (33) warga Kepenghuluan Ujungtanjung. Dikatakanya, bahwa ia baru saja dikeluarkan dari Satmpam PT. ABB ( sekarang PT. Delta.red ). Pada pergantian perusahaan kemarin, ia diminta buat lamaran, dan di tes ulang. Ketika dites, ia lulus semua. "Tapi, nomor penerimaan saya tidak keluar, heranya yang tidak lulus tes yang diterima bekerka. Jadi, ada apa kalau tidak ada titipan dari oknum PT. Chevron tersebut," terang Toni.

Ia berharap, kepada pihak terkait bisa membantu pemuda tempat seperti dirinya bisa bekerja kembali di perusahaan yang mengambil minyak di wilayah Rohil sekitarnya. "Bantulah kami, jangan sempat kita jadi penonton di daerah kita sendiri," ungkapnya.

Anggota DPRD Rohil, Afrizal, ketika dikonfirmasi merasa prihatin dengan hal tersebut. Dia berharap, pihak perusahaan bisa mengutamakan pemuda tempatan. Karena selama ini, warga Rohil sudah sangat sering mengalah. Daerah kita ini penghasil minyak, jangankan menikmati hasil minyak untuk bekerja saja sulit, bahkan seperti pengemis untuk dapat bekerja," katanya.

Mirisnya lagi, lanjut Afrizal, ditempat lain warga tempatan tidak bisa mendapat pekerjaan. Sementara, warga luar bisa dengan mudah mendapat kerja di daerah Rohil sekitarnya. "Nanti, kami akan susun tim, dan akan membawa Disnaker Rohil untuk melakukan pendataan, jika nanti kebanyakan warga luar dari warga tempatan bekerja yang ada di Rohil ini. Maka, kami akan minta nanti Disnaker membuat penegasan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di daerah kita ini, dan kami minta oknum yng ada di Chevron jangan lagi menitip tenaga kerja luar ke perusahaan yang ada dibawah naunganya," tandas Afrizal. ( 3G ).