ENTERTAINMENT  | INTERNATIONAL  | OLAHRAGA  | HUKUM DAN KRIMINAL  | POLITIK  | PARIWISATA  |
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com

Diseret Buaya, Jari Tangan Nelayan Nyaris Putus.

Last update : 07/08/2016
Inilah nelayan atasnama Jasri alias Ijeh ( 49 ), saat di rawat di Puskemas Rantau Kopar, setelah diseret buaya di perairan Sungai Rokan, Danau Kompeh, Rantau Kopar, Rohil.

Diseret Buaya, Jari Tangan Nelayan Nyaris Putus.

RANTAUKOPAR

Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kata-kata itulah yang pantas untuk nelayan atasnama Jasri alias Ijeh (41) warga Kepenghuluan Rantau Kopar, Kecamatan Rantau Kopar.

Buktinya, pada Jumat (5/8) sekira pukul 19.00 Wib, saat ia mengayuh sampan di perairan Sungai Rokan. Tepatnya, di Danau Kompeh, Kepenghuluan Sekapas, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rohil. Jari tangan sebelah kirinya nyaris saja putus diseret buaya. Untungnya, ada rekanya atasnama Radiang (39) membantunya dari serangan buaya itu. "Kalau tidak ada, entah apalah yang terjadi terhadap nelayan itu," kata Dedi Wahyudi (34) warga Kecamatan Rantau Kopar, pada Ahad (7/8) melalui telepon genggamnya.

Dikatakan Dedi, usai kejadian nelayan itu di larikan ke Posyandu Sekapas. Karena luka pada bagian jari korabna sangat serius, pada akhirnya malam itu juga dibawa ke Puskesmas Rantau Kopar. "Namun, karena luka sangat parah, pada akhirnya korban dilarikan ke RSUD Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Setelah itu saya tidak tau lagi, bagaimana nasib korban itu," ujar Dedi.

Datuk Penghulu Sekapas, Syarkoni, yang juga merupakan saudara dekat dari korban membenarkan kejadian itu. Diterangkanya, bahwa koran sudah menjalani operasi di RSUD Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. "Korban sudah sadar, tapi kondisinya masih lemas," kata Syarkoni.

Dia menjelaskan, bahwa cerita yang ia dapat dari korban. Bahwa korban diserang buaya secara tiba-tiba. "Setelah korban mamasang umpan di mata kail ( pancing ), korban mengayuh sampan berencana hendak memberi umpan ke mata pancing lainya. Tiba-tiba ada buaya seukuran lebih kurang 2 meter menyambar tangan sebelah kirinya, dan membuat sampan yang digunakan terbalik dan korban terjatuh kedalam sungai," terang Syarkoni.

Selanjutnya, kata Syarkoni, buaya itu menyeret korban ke tengah sungai. Ketika itu pula, korban menjerit minta pertolongan, dan terdengarlah oleh rekanya bernama Rantiang. Mendengar adanya pekikan minta tolong, rekan korban pun datang kedekat korban, dan mencoba memukul buaya itu dengan dayung sampan. Namun, korban tidak juga dilepas oleh buaya itu.

Rekan korban tidak, tidak juga kehilangan akal. Dia memukul gerigen tempat ikan, dan buaya itu melihat ke arah rekan korban. Melihat demikian, rekan koran melempar jerigen itu ke arah berlawanan, dan selanjutnya buaya itu mengejar ke araha jerigen sambil melepas korban. Dengan adanya kesempatan itu, Rantiang membantu korban naik ke sampan milinya.

Berselang kemudian, ada kapal motor kebetulan lewat, dan pada akhirnya dinaikan korban kedalam kapal motor itu, dan silarikan ke Posyandu yang ada di Sekapas ( tidak jauh dari TKP ). Karena tidak sanggup,  dialrikan ke Puskesmas Rantau Kopar. "Karena ada tulang jari yang patah, dan luka di jari korban sangat dalam. Maka, dilarikanlah ke RSUD Duri, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis sana," terang Syarkoni. Menurutnya, keadaan korban saat ini sudah mulai labil. "Tapi, saya yakin hal itu akan membuat trauma mendalam bagi korban," tukasnya.

Atas adanya kejadian itu, Syarkoni berharap kepada pihak terkait, khususnya ke BKSDA untuk mencari solusi mengatasi buaya yang sudah mulai menyerang manusia. "Setau saya, baruah kali ini ada buaya menganggu warga, atau mungkin keberadaanya sudah terlalu banyak, dan yang di makan sudah tidak adalagi. Makanya buaya itu mencoba memangsa manusia. Jadi, sebelum ada korban, kami dari pemerintah pihak terkait segera mencari solusi mengatasi keganasan buaya itu," tandas Syarkoni. (3G).