ENTERTAINMENT  | INTERNATIONAL  | OLAHRAGA  | HUKUM DAN KRIMINAL  | POLITIK  | PARIWISATA  |
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com
KORAN ONLINE
PT. SUARA RIAU POS
JL. Imam Bonjol. RT 3 RW 2 Kec. Mandau. Kab. Bengkalis Riau
Telp: 0812 - 6176 - 5827 Email: suarariaupos@yahoo.com

AMR Pinta Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Korupsi Rp15 Miliar di Rohul

Last update : 05/05/2017
Masa AMR saat menyampaikan tuntutan didepan kantor Kejati Riau terkait kasus korupsi di Rohul, Kamis (4/5)

AMR Pinta Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Korupsi Rp15 Miliar di Rohul PEKANBARU Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Riau (AMR), memenuhi halaman kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (4/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka menyampaikan tuntutan mengenai kasus tindak pidana korupsi yang di Kabupaten Rohul. Dalam orasi koordinator lapangan, Indra Rusman, menyebutkan kasus korupsi pada Proyek Multiyer Pembangunan Mesjid Islamic Center di Kabupaten Rokan Hulu 2013-2015. Itu diduga terjadinya Mark Up dengan memakan kerugian negara mencapai Rp 150 miliar. Sehingga atas nama organisasi, meminta kepada pihak Kejati Riau segera mengusut tuntas masalah ini. " Kasus korupsi ini terdapat beberapa oknum pejabat pemerintahan yang terlibat didalamnya," kata Indra. Sementara itu, pendemo juga meminta pihak Kejati Riau, segera melakukan penyelidikan anggaran Kantor Satpol PP Kabupaten Rohul yang diduga adanya penyelewengan dan laporan fiktif yang dilakukan Kasat Pol PP Rohul dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp15 miliar. Dalam pernyataan sikap massa AMR, tindak pidana korupsi yang ada saat ini bertambah dengan kegiatan pembangunan Astaka MTQ 2012-2013, yang dinilai terlah terjadi tumpang tindih pagu anggaran. Dimana dilibatkan Dinas Tata Ruang Dan Cipta Karya (TRCK) serta Dinas Bima Marga dan Perairan diduga terjadi korupsi berjemaah. Sehingga AMR meminta oknum pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang terlibat juga kasus pemalsuan surat keputusan (SK) bodong penerimaan tenaga honorer tahun 2015 silam. Ditengah terik matahari yang panas itu, pendemo disambut oleh Kasi Penkum Kejati Riau, Muspidauan yang didampingi oleh Kasi II Intel Kejati Riau, Deni Ateng. Kedua pejabat itu berjanji akan mengusut dugaan karupsi di Kabupaten Rokan Hulu tersebut. " Kami tentunya tindaklanjuti. Percayakan semuanya dengan kinerja ini," ucap Muspidauan. Setelah adanya jawaban pihak Kejati Riau, massa AMR pun langsung membubarkan diri dengan tertib yang mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.(Dmn)